Untuk kesempatan kali ini, kita akan belajar untuk mengenal struktur program Android.
Pada saat kita create new Android Project, maka eclipse akan membuat struktur program Android sebagai berikut:
Mari kita lihat satu persatu. Dari screenshot disamping, AndroidChapsa adalah nama package aplikasi android kita. Package name ini akan diisikan pada saat pertama kali kita create new android project.
Lalu dibawahnya ada folder Android 4.3, yaitu mewakili versi Android target kita nantinya. Sebaiknya isi folder ini tidak kita utak-atik, karena di dalamnya berisi package dari class-class Android maupun Java.
Selanjutnya adalah folder src. Folder inilah yang menjadi pusat coding kita dalam membuat aplikasi Android, dimana di dalamnya akan berisi seluruh class-class yang akan kita gunakan untuk membangun aplikasi Android. Jika kita klik pada folder src, maka akan muncul tampilan seperti berikut ini.
Jika kita perhatikan, seluruh source code dari class-class Android mempunyai ekstensi .java, artinya untuk bisa membuat aplikasi Android, kita memang harus mengerti bahasa Java. Untuk bisa memulai menuliskan program Java, kita cukup melakukan double klik pada file java, sehingga Eclipse akan memunculkan content program pada code editor.
Folder selanjutnya adalah folder gen, dimana folder ini digenerate sendiri saat kita membuat new project dan disarankan untuk tidak diutak-atik juga.
Folder assets untuk saat ini bisa kita lewati juga. Dan ada juga folder bin, yang akan menyimpan file .apk kita nantinya. File .apk inilah nantinya yang bisa kita install pada device Android yang sesungguhnya dan aplikasi kita nantinya akan bisa dijalankan di device Android yang sudah diinstall APK kita.
Folder berikutnya yang tidak kalah penting adalah folder res, yang merupakan singkatan dari resource, yaitu folder yang digunakan untuk menyimpan value ataupun image yang akan digunakan dalam aplikasi kita nantinya.
Folder drawable dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu untuk menyimpan image dengan resolusi yang berbeda. Sebagaimana kita tahu, device Android yang beredar di pasaran memiliki resolution yang berbeda satu dengan lainnya. Jadi sudah disediakan folder-folder yang berbeda untuk mengatasi hal ini. Jika kita nantinya menggunakan image dalam aplikasi kita, kita dapat menyimpan image dengan ukuran yang berbeda pada folder yang tepat.
Berikutnya, adalah folder layout, yang mana memegang pernan penting dalam membuat layout ataupun interface dari aplikasi Android. Secara default, pada saat suatu aplikasi Android dilaunch, Android akan mencari file main.xml yang ada di folder layout, yang akan dia gunakan sebagai referensi dalam membangun interfacenya. Berikut adalah contoh file main.xml
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> <LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android" android:orientation="vertical" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="fill_parent" > <TextView android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content" android:text="@string/hello" /> </LinearLayout>Seperti yang dapat kita lihat, interface Android disusun dengan format XML, sehingga dapat dengan mudah kita pelajari. Pembahasan tentang file layout XML ini akan saya bahas di tulisan saya yang lain. Selanjutnya, ada juga folder values, yang biasanya berisi file XML untuk pengaturan string maupun color. Jika memang dibutuhkan, aplikasi kita nantinya akan merujuk pada nilai-nilai yang tersimpan pada file XML ini. Dan yang terakhir, yang kadang sering luput dari pengamatan kita yaitu file AndroidManifest.xml yang fungsinya kurang lebih mengatur konfigurasi dari aplikasi kita, misalnya untuk mendaftarkan class baru yang akan kita gunakan, ataupun mengatur permission apakah aplikasi kita nantinya boleh menggunakan internet atau tidak.
Nah, sampai disini pembahasan saya tentang struktur program Android, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.
Oleh: Wahyu Kurniawan



0 comments:
Post a Comment